120 kata

Suatu hari saya pernah diceritakan tentang sebuah puisi terbaru karya Aan Mansur oleh teman saya, masih ingat setiap jengkal tentang puisinya,bunyinya kira2 seperti ini…

Suatu masa Negara ini diberlakukan peraturan bahwa warganya hanya bisa menggunakan 120 kata setiap harinya dan adilah semua warga benar2 memanfaatkan kata2 itu utk hal2 yg bermakna, suatu hari seorang lelaki hanya menghabiskan 33 kata pada siang hari dan menyimpan sisa kata2 yg bisa digunakan untuk menelpon kekasihnya yg bernomer Jakarta,ketika malam telah tiba dan semua orang sudah kembali kerumah masing2,kemudian pemuda ini menelpon kekasihnya yg bernomer Jakarta,namun ketika lelaki ini mengucapkan salam pada kata petama ternyata kekasihnya yang bernomer Jakarta tidak menjawabnya…dan keika pemuda itu mengunakan 3 kata berikutnya untuk bertanya ternyata tidak juga ada jawaban dari kekasihnya…sambil menarik nafas panjang akhirnya emuda tersebut memutuskan untuk menggunakan sisa kata2nya hanya untuk mengucapkan AKU MENCINTAIMU…AKU MENCINTAIMU…AKU MENCINTAIMU sampai batas kata yang ke 120…hanya itu yg bisa dilakukan walau meyadari ternyata hari itu tak satupun kata tersimpan untuknya…

Dan saat ini akupun ingin menyimpan kalimat AKU MENCINTAIMU hanya untuk dirimu yang disiapkan untukku…Selamat Datang dihatiku…jangan kau ragu untuk merasakan betapa besar CIntaku(lirik dari Mike Mohede)…

AKU MENCINTAIMU…(untuk  dirimu yg tercipta untukku)…semoga kita segera dipertemukan..

                            

@@CINTANOMETER

CINTANOMETER

 

 

Meet the Parents…

 

 

Loving you it hurt sometimes
I’m standing here you just don’t bye
I’m always there you just don’t feel
Or you just don’t wanna feel

Menjiwai banget Diz nyanyinya, hahahaha suasana hati tampaknya ledek Nela,…halah sok ga pernah ngalamin hal yg sama aja kamu!!!mentang-mentang bentar lagi nikah jadi sering ngeledek nih, mmmhhh artinya nanti waktu kamu akan semakin kurang dong buat dengarkan unek2ku…ga lagi Diz!!biasa aja kali, Tirta ga akan menghalangi kebersamaan kita ini…tapi akan lain La, waktu kamu harus tetap prioritas ke Tirta…sudah ah Diz ga usah ngomongin ini, gue dah siap telanjang 22 jam untuk Tirta, artinya gue punya 2 jam untuk ngobrol sama kamu Diz, mending kita bahas tentang perkembangan kamu dengan Raiya aja deh!!lebih seru tuh…

Don’t wanna be hurt that way
It doesn’t mean I’m givin’ up
I wanna give you more
And more and more…(Loving You )

Ga ada kemajuan sama sekali La, masih seperti biasa…Biasa gimana DIz??...kamu kan tahu Raiya itu bukan Cuma gue yang deketin, kasian juga Raiya karena harus berusaha bersikap adil dan wajar…oh jadi itu alas an sampe kamu sepertinya mengendorkan seranganmu…bukan mengurangi,justru bertambah La, gue malah semakin mengerti keadaannya,gue ga ingin Raiya semakin kesusahan dengan semua hal yang gue inginkan…wah mending gue nikah sama kamju saja yah…teruskan ledekannya Nela!!!yang jelas gue yakin Raiya tahu sebesar apa Cinta gue…Untuk menggambarkan besarnya cintamu pada Raiya kamu sama sekali ga perlu menjelaskannya kesemua orang karena sangat kerasa auranya Diz, gue bangga dengan kebesaran hatimu Diz,eh stop disini Diz dah bertahun-tahun masih saja kamu lupa rumah gue…Iya iya Nela cantik, salam buat Nyokap trus buat Nirsyad ama Danti yah…Beres Diz, kamu hati-hati yah dijalan…Oke La, Assalamualaikum.Masih dengan Monster Hitamnya Diza pun berlalu, sedikit lega setelah bercerita banyak pada sahabatnya wanitanya Nela, status Nela dengan Gaza sama, lagian memang mereka satu sekolah sejak SMU ketemu lagi di Fakultas yang sama dan juga masih bersama sampai detik ini. Namun sebentar lagi Nela akan menikah dengan Tirta senior mereka yang lebih dulu jadi dokter.

Entah sudah berapa lama Diza dan Raiya tidak bertemu, namun tidak menjadi masalah buat Diza, mungkin tertutupi oleh kegelisahan Diza yang sebentar lagi bertemu orang tua Raiya, walau bukan pertemuan khusus setidaknya kali ini Diza berharap orangtua Raiya tahu kalo ada sosok yang bernama Diza Wariz Sadikin yang selalu menjaga Raiya Magfirah Muhaimin, mulut Diza tampak komat-kamit berlatih berbicara di depan orang tua Raiya. Hal yang paling membuat Diza gundah adalah saat harus bertemu dengan pria-pria lain yang juga mencintai Raiya, karena mereka semua adalah orang-orang yang hebat dan sangat professional dibidang mereka, namun Adil adalah nama terkuat yang bisa memenagkan hati Raiya, disamping karena dah kenal dekat dengan orang tua Raiya sudah setahun ini Adil selalu berada disekitar Raiya. Diza menyadari waktu memang membuatnya kalah jauh kali ini, namun tidak akan membuat Diza mundur atau menyerah, malah semakin jatuh cinta. Gue pasti bisa, cepat atau lambat gue pasti bakalan bertemu dengan mereka, tapi kenapa bertemu dengan Adil serasa mau ujian dengan dr.Saski Aulia rasanya, entah apa tanggapan orang tua Raiya ketika melihat sosokku, besar hitam garang atau apapun itu,semoga saja aura kebaikan dalam diriku ini bisa memancarkan sinarnya dengan kuat hehehehe.Raiya hari ini pasti cantik banget padahal kemarin gue hampir saja nemenin dia belanja baju,mmmhh apapun yang dipakainya selalu akan indah, yah selalu indah.

Kali ini Monster Hitamnya seakan menguasai lahan parkiran dekat rumah Raiya, dengan langkah terbata-bata yang perlahan menegas sampailah Diza didepan pagar Raiya, tamu sudah cukup banyak hari ini ada acara syukuran dirumah Raiya semua kerabat diundang termasuk teman-teman Raiya. Dari kejauhan Raiya yang sibuk menyempatkan diri melepaskan senyuman hangat pada Diza disertai lambaian khas Raiya, semua itu sudah sangat cukup bagi Diza, sambutan itu sudah cukup membuat Diza nyaman ditengah puluhan pasang mata yang entah kenapa masih saja terpaku padanya.Mencoba lebih santai dengan melepaskan senyuman hangat kesegala arah, dan akhirnya Diza melihat beberapa temannya di sudut ruangan. Setelah menikmati aroma perbincangan yang homogen akhirnya terdengarlah suara Bass yang cukup berat, Ayo silahkan semuanya kita nikmati santap malamnya…Yah itu suara Ayah Raiya yang juga seorang tokoh masyarakat sekaligus Guru Besar di Universitas ternama.

Harus antri untuk menggapai setumpuk semur daging itu, mencabik ikan-ikan baker itu, menyayat Iga panggang itu walau sebaki udang asam manis merusak seleraku malam itu.Sial kok gue berdiri tepat dibelakang Adil, diujung antrian Mama Raiya dah menunggu dengan senyuman yang persis seperti senyuman Raiya, uuuuhh akhirnya sampai juga diujung penantian, selaku memecah kebisuan…Makan di dalam saja Dil…tiba-tiba seluruh ruangan mendadak dingin, entah kenapa kerongkongan ini serasa penuh dan mulai menyempit, seakan –akan retak bagai tanah tandus Lidah ini…sedih tanpa alasan mulai menguasai kesadaranku…Ah ga usah tante, sama teman-teman saja di teras depan,…tapi kalo mau nambah didalam masih banyak kok Dil, pudding kesukaan kamu juga masih banyak kok didapur,ambil sendiri saja yah…Iya tante, gampang…sungguh sekan-akan tubuh ini mengalami luka baker stadium tiga. Menyaksikan pembicaraan singkat penuh hangat dengan keakraban yang hangat yang sekejap merontokkan keyakinanku untuk terus berjuang. Namun sekali lagi cinta ini menguatkan segalanya. Tidak terbantahkan Adil memang sudah lebih dulu mencintai Raiya, sudah lebih banyak waktu utnuk membangun keakraban dengan orang tua Raiya, sudah banyak pertunjukan wibawa dan tanggungjawab yang dipresentasikan pada Ayah dan Ibu Raiya. Sebaliknya apa yang terjadi denganku, hari ini adalah hari pertama menginjakkan kaki dirumah Raiya setelah tiga bulan ini mencintainya, malam ini adalah pertama kali menghirup atmosfir kekeluargaan dalam rumah Raiya, hari ini adalah pertama kali akan bertemu langsung dengan Orang tua Raiya. Akhirnya waktu untuk menampakkan diri telah tiba, sambil beranjak pamit kaki ini melangkam merapat ke bayangan Raiya…Raiy gue dah mau pulang neh…oh iya Diz ketemu papa mama dulu yah, sini deh Raiya kenalin…Nafas ini serasa enggan berirama saat harus bertukar pandang dengan Ayah Raiya…Sudah mau pulang Nak , sapanya dengan Ramah…iya Om sudah malam nih…Ayah ini yang namanya Diza…yang sering nganterin Raiya…Oh Diza , wah terima kasih yah dah nemenin Raiya nak!..ah biasa aja kok Om, tak lama kemudian  senyuman hangat Ibu Raiya dengan ulurun tangannya yang super tulus seakan-akan menjadi Amitripilin untuk Pasca Trauma Stress Disorder, atau jadi Pocari Sweat setelah berolahraga…Sering-sering kesini yah Diz…oh iya Tante balasku dengan segera…sambil melepaskan senyuman bagai senyuman terakhir akhirnya gue meninggalkan hiruk pikuk suasana hangat itu…paling tidak Diza telah bertemu orangtua Raiya…Setidaknya mereka tahu kalau Diza itu ada dan akan selalu ada. Agak resah jika harus mengingat detilnya pertemuan tadi, sedikitnya 4 orang yang juga mencintai Raiya ikut hadir sembari menunjukkan bahwa mereka pun sedang menawarkan keajaiban yang tidak kalah hebatnya.

Kini maafkan aku,

terlanjur ingini

terlanjur sayangi semua yang ada

sudikah terima ku

terlanjur sayangi

terlanjur ingini semua yang ada …  (Semua yang

Ada

)

 

 

Masih dengan Monster Hitamnya, masih bersama D’Cinnamons yang sedikit membesarkan Hati Diza yang entah mengalami kerusakan berapa kali, harus berapakali bercinta dengan Gundah, harus berapakali bersetubuh dengan Gelisah, harus berapakali bersenggama dengan Luka, seberapa sering itu terjadi atau seberapa lama hal itu harus dirasakan tidaklah menjadi penting, bukanlah tembok yang tidak mungkin runtuh untuk tetap memutuskan mencinainya…untuk menikmati segala bentuk emosi dan perasaan terindah itu…menikmati Jatuh Cinta yang mungkin kita harap selamanya ada…kita berharap selamanya cinta. Mmmmhhh setelah ini apa gue harus balik kerumah, bentar lagi kan Raiya mau ke Taman Hiburan bareng sepupunya dan sahabat tercintanya Qisya yang sudah 4 tahun terakhir menjadi tandem terhebat Raiya disegala hal…Siapa tahu saja mereka sampai malam akan selalu ada alasan untuk bertemu Raiya dengan menjemput Qisya jika harus pulang malam hahahaha…Qisya adalah adik kelas Diza waktu di SMU dulu, jadi sedikit banyak mereka sudah saling mengenal. Dan Rencana itupun Berhasil, Malam yang sedikit galau itupun kembali mempertemukan mereka, hanya beberapa menit namun Bulan enggan menyembunyikan pantulan binar bahagaia dari hati Diza yang terlukis pada cahaya matanya yang agak basah. Keramaian pun tidak bisa menyembunyikan denyut Jantung Diza yang menggemakan Cintanya. Gue bakalan jaga Qisya kok Raiy…Makasih yah Diz mau nganterin Qisya awas kalo lecet ga akan gue maafin deh….Beres Raiy, Yuk Qis kita pulang dah malam banget nih, Raiy hati-hati yah Nyetirnya, dan senyuman itu menghangatkan lagi, lagi dan lagi…Senyum ala Raiya atau Beku khas Diza selalu Berdejavu ria dalam kisah mereka. Mobil Diza masih mengawal Mobil Raiya yang tampak Feminin dari belakang, kemudian berpisah di persimpangan, kaca mobil mereka bersamaan terbuka sembari melempar senyuman terindah mereka hari itu, …Eh Diz jiwa dan ragamu masih menyatukan??...hah, kenapa pertanyaan kamu aneh Qis?? Ah ga aneh kok, hanya memastikan keselamatanku saja, tugas kamu mengantarku dengan selamat sekarang, bukannya memikirkan Raiya dah nyampe atau belum…hahahaha, tenang aja Qis, dijamin aman sampai dirumah…Hebat kamu Diz, kammu sukses menjalani semua ini, sukses menunjukkan kamu baik2 saja dengan semua kekacauan ini, dengan semua ketidak jelasan ini…Mungkin itu yang membuat Iblis iri pada Manusia Qis, karena tidak bisa melakukan seperti yang kulakukan Qis,…halah mulai ga nyambung, udah nyetir aja Diz, gue numpang tidur sejenak nyetir yang benar yah Pir…hahahaha beres Bu!!!...Monster hitam menembus gulita, sepi namun tak sendiri…

 

Inbox

From: Raiyaku

Makasih untuk semua Diz, Raiya dah nyampe rumah…

 

Outbox

Send to: Raiyaku

Selalu menjagamu, insyaALLAH tuk selamanya…

Lebaran tanpa Superhero

Kemenangan tanpa Hadirmu...

Kemenangan tanpa Candamu...

Kemenangan tanpa Kekonyolanmu...

Kemenangan tanpa Kehangatanmu...

ini yang pertamakalinya...dan akan selalu seperti itu...

Maafkan anakmu yang telah lama tidak membasahi rumah singgahmu

Maafkan anakmu yang telah lama tidak melantunkan Yasin diPusaramu

Maafkan anakmu yang banyak mengecewakanmu...

Rindu sosokmu...rindu dekapmu...rindu perlindunganmu...

Ya ALLAH ya Rahman Ya Rohim...Lindungilah ayah selayaknya hambamu yang mencintaimu...Hapuskan Dosanya...Limpahkan tanggungjawab Dunianya pada Pundakku...Terimalah aliran deras Amalannya...Ya ALLAH Tawafku untukMu...Sujudku untukMu...

Bahagialah Temanku...Tenanglah Sahabatku...Tentramlah Guruku...Damailah AYahku...

From Hero to Superhero...

Lebaran pertama Tanpamu...

Bolehkan kupakai Baju Kokomu AYahku...

Bolehkan Kukenakan Sarung Tenunmu...

Bolehkan Kubentangkan Sajjadahmu...

Soalnya Ga sempat Beli hehehehehe...

Salam hangat dari Anakmu...

@CINTANOMETER

CINTANOMETER

 

 

 

Grow Old With You

 

 

Masih belum puas merumput dengan butiran peluh, masih belum lelah bergulat dengan sebidang rumput sintetis, masih belum bisa mengobati kerinduan akan sosoknya, memilih menikmati takikardi, memilih mengerang kesakitan akan benturan yang berbuntut hematom1, memilih comotio2 akibat tandukan lawan, sebenarnya sekaligus latihan nafas untuk Diza, sebentar lagi dokter muda ini harus membawakan 12 lagu berturut-turut pada acara pernikahan kakak dari Sahabat Diza sejak SMU, lebih tepatnya mantan pacar Diza semasa kuliah, walau Nanda dan Diza sudah bubaran hubungan mereka tetap baik setelah memilih berdamai dengan kenyataan bahwa mereka tidak bisa hidup bersama, Diza sebaiknya kita mengalah pada tubuh kita Diz tutur Gaza, masih belum cukup lelah neh Gaz, apalagi sebelum main gue dah sholat isya dulu…jangan memaksakan diri Diz, kali ini dengan intonasi tinggi sambil melempar sekaleng Pocari Sweat minuman kesukaan mereka, cedera ligamenmu itu belum sembuh benar, lagi pula Posisi aslimu itu Keeper bukan penyerang brutal pendobrak pertahanan!!!...Itu salah pemain bertahan mereka sendiri sudah tahu bola itu liar masih juga masang lututnya , cari mati

kan

namanya!!!…Persahabatan Gaza dan Diza sudah mendarah daging sejak Kelas satu SMU, walau tidak sekelas banyak kesamaan yg membuat mereka benar2 menyatu, dari sepak bola sampai aliran musik yg membuat mereka terus bersama hingga detik ini…lagu I’ll Be akan menjadi Pamungkas kita Diz, gue tau Gaz…makanya perlu mengencangkan otot2 perut ini supaya Diafragmaku mengembang sempurna, setidaknya dua jam main futsal bisa membantuku…Semenjak masuk klinik sepertinya nafasku semakin memendek saja…sejenak mereka larut dalam tawa bernuansa asin ketika keringat mereka tak sengaja ikut tertelan dengan tegukan bahagia.

 Bersama Monster Hitamnya Diza mulai ikut menjamah Aspal dingin kota, melaju angkuh dengan lantunan musik Tompi, Gaza sudah lebih dulu berbaur dengan malam, maklum dia sedang jaga di Rumah sakit dekat lapangan, hanya karena ingin menemani Diza dia rela kabur sejenak…

 

 Kekagumanku padamu, tak terbatas oleh waktu…

 Kekagumanku pada dirimu….

 Lebih luas dari samudera

 Lebih indah dari angkasa

 Lebih dari segalanya…(Tompi)

 

Entah sudah berapa lama Diza seperti terhipnotis dengan lagu itu, silih berganti bersaing dengan Selamanya Cinta D’cinnamons mengisi ruang dengarnya, merangsang kerja maksimal Vestibulocochlearisnya3, kedua lagu itu sangat mewakili perasaan Diza akan Raiya, tidak ada kemajuan yang istimewa dengan kisah mereka, namun tetap saja indah untuk Diza setidaknya setiap hari dia selalu bisa mengungkapkan perasaannya , memang sudah hampir seminggu jasad mereka tak berada dalam satu ruang dan waktu, namun frekuensi gelombang dan irama jantung Diza tidak berubah, masih pada garis yang sama, masih pada kolom partitur yg senada, yah masih pada resonansi Jatuh Cinta setiap hari ala Diza…Bulan belum terlihat lelah sepertinya masih sempat untuk menikmati malam di 21Cinema, seperti biasa dua karcis untuk sendiri, menikmati Cintapuccino dengan sempurna, lengkap dengan mengakhiri hari ini  di Black Canyon bersama secangkir Ancient Coffee4

 Diza!!!pekik Nanda yg bernada histeris setelah menikmati suksesnya Diza membawakan lagu2 Romantis pada pernikahan abangnya,...Indah banget Diz , makasih ya para tamu sangat menikmati suara indahmu Diz,…(sial kamu cantik banget malam ini Nanda) aaahhh biasa aja kali, hanya karena sesuai dengan suasana hatiku saja lah,…oh iya yah serasa nyanyi didepan Raiya yah tutur Nanda dengan raut sedikit memaksa tersenyum, Diza hanya bisa tersenyum tumpul menjaga perasaan Nanda…Gue makan dulu yah Nan laper nih (maaf Nan gue juga harus jaga hati gue untuk Raiya),…ohhh iya sampe lupa, mama dah nungguin kamu di meja keluarga, kangen pengen ketemu kamu katanya, semasa Diza dan Nanda masih pacaran Diza sangat dekat dengan Mama Nanda. Oh mama kamu dah nyiapain aku makanan dong

Nan

(basa-basi banget neh)…iya tuh Diz mama sendiri yang misahin udang2 dari menu makanan kamu hari ini…(yah beneran, mati gue!!!)…iya deh gue kesana dulu yah Nan…cepetan Diz mama dah nunggu,eh makan jangan kebanyakan yah, kamu kapan dietnya!!!, suasanapun semakin mencair dengan tawa mereka yang begitu renyah.Sehari sebelumnya Diza menyempatkan diri menyanyikan OST dari 50 first date itu didepan rumah Raiya, walau hanya dalam mobil, ok lebih parah lagi walau Raiya tidak mendengarkan namun kepuasan seakan membahana di seluruh ruang kosong dalam diri Diza,

 

  I wanna make you smile

 When ever you sad

 Carry you around

 When your Arthtritis is Bad

 All i Wanna do…

 Is Grow Old with You…(Adam Sandler-OST 50 First Date)

 

Lagu yang sangat sederhana namun layaknya hasil kloning karakter Diza yang ingin membahagiakan Raiya setiap harinya. Sesaat setelah acara selesai Diza langsung menelpon Raiya mengabarkan suksesnya Diza dalam bersenandung cinta  di Acara malam itu…iya nih Raiy para undangan sampai terbawa suasana loh, seakan2 mereka sedang nonton konser gitu(andai kau ada disini Raiy)…Wah hebat, selamat yah Diz…(itu berkat kamu kok Raiy), bisik Diza dalam rindunya, Iya Raiy, tapi satu lagu kutujukan langsung untukmu, sambil menyanyikan bagian inti dari lagu itu…Raiya memang tidak begitu menikmati pembicaraan mereka, terkurung dengan bingung bersama tumpukan kewajiban bertaut dengan sindrom ujian yang mulai menggerogoti aktivitasnya, namun sekali lagi merdunya suara Diza saat menyanyikan  lagu itu meski Via telepon membuatnya berada pada level 40 hertz, kembali menyadarkan Raiya akan besarnya Cinta Diza padanya, beberapa jam setelah Diza menutup komunikasi dua arah dengannya, Raiya kemudian mengirim sms ke Diza…

 

 

inbox

From: Raiyaku

Selamat yah Diz, maaf tidak begitu menyimak pembicaraan kita, tapi sepertinya luar biasa…makasih yah Diz

 

 

Out Box

To:Raiyaku

 

Terima kasih menyempatkan diri mendengarkan Kebahagiaanku, terima kasih selalu menjadi pemberi warna dalam hidupku…tidak peduli sebesar apa tanggapanmu tentang Cintaku, paling tidak kau tahu itu ada dan hati ini selalu terjaga untukmu…Selalu Menjagamu InsyaALLAH…disisa waktuku…

 

Send failed/03:17/resend- 03:19.

 

 

 

Hampir tidak ada kata yang tidak dihirup Diza dalam setiap pembicaraanya dengan Raiya, hampir tidak ada satu detikpun yang dibiarkan menguap oleh Diza saat menatap Raiya, dan hampir tidak ada satu penyesalanpun yang dialami Diza sejak mencintai Raiya, Cinta Diza pada Raiya memang belum atau bahkan tidak akan berbalas, tapi yang menjadi indah dalam kisahnya adalah Kadar Cinta Diza yang tetap saja sama setiap harinya, tetap tulus dan ikhlas…Cinta sejatikah namanya???,  saat ini hanya bisa dirasakan , dan hanya akan di ketahui di akhir dari kisah mereka…

 Selayaknya kisah Adam Sandler dalam 50 first Date, merubah kebiasaan dengan kebiasaan, membuat Drew jatuh cinta setiap hari dengan cara yang berbeda setiap harinya, atau seperti Love Actualy dalam satu penggalannya tentang Cinta seorang pria pada istri sahabatnya, atau Sir Lancelot yang Juga Cinta pada Guenevere ,Ratu dari King Arthur penguasa Camelot ,namun Lancelot rela mengubur rasa itu untuk kebahagiaan Guenevere intinya adalah kebahagiaan orang yang kita Cintai…mungkinkah itu pencapaian tertinggi terhadap kadar Cinta…Sambil menyeruput tegukan terakhir Kopi arabicanya Diza kemudian merebahkan tubuhnya, menyerah pada lelahnya, mematungkan sesaat rindunya…Selamanya Cinta oleh Yana Julio menuntunnya melebur bersama  Malam…

 

 Akan kuberikan seutuhnya…

Rasa cintaku….Selamanya…

Selamanya…Selamanya, Selamanya…

 (

Yana

Julio-selamanya Cinta)

CINTANOMETER

CINTANOMETER

 

 

 

Entah bagaimana menggambarkan kebahagiaan,bagaimana melukiskan kepedihan, bagaimana menyanyikan kehampaan,namun menceritakannya menjadi sebuah kisah cinta cukup sederhana…

 

Entah apa yg tetap kekal dalam kisah mereka, beberapa saat yg lalu mereka hanya bercengkrama biasa,sang pria menatapnya dengan penuh cinta dan sang wanita bercerita panjang lebar mengenai kegundahannya saat harus melewati malam-malam yg sunyi di Bangsal itu, dua jam yg lalu mereka masih saling berpandangan sebelum wanita itu menyerah dalam lelahnya,namun lelaki itu memilih untuk tetap terjaga seakan-akan ingin menikmati momen itu dengan sempurna seolah-olah tidak akan ada lagi hari esok…

 

Jangan kemana-mana duduklah disampingku…setidaknya kau tidak akan melakukan apa-apa

kan

?,Tanya wanita itu

Baiklah,,sekarang nikmati tidurmu simpan energimu utk pasien2 itu tutur sang pria sambil memakaikan selimut yg sudah dipersiapkan sejak kedatangannya, sepuluh menit sebelumnya lelaki itu masih berada disekitar rumahnya dengan segala kerinduannya namun sekejap dia melesat menuju rumah sakit itu ketika wanita yg sudah 2 bulan ini dicintainya memintanya untuk datang dan menemaninya…

 

Hanya aura kebahagiaan yg terpancar dari raut wajah Diza ketika bertemu dengan raiya, 3 hari sebelumnya hubungan mereka yg sebenarnya tidak berstatus sedikit runyam dengan peristiwa white lies yg dilakukan Diza,peristiwa itu dilatar belakangi oleh kerinduan yg mendalam dan ego takut kehilangan yg bercampur aduk. 3 hari yg dilalui Diza pun sungguh penuh dengan kehampaan, sedikit kehilangan semangat, maklum sejak berikrar ingin menikahi wanita pujaannya, sekejap Raiya telah menjadi kekuatan baru dalam hidupnya…entah berapa suhu dalam mobil Diza saat itu namun semuanya tetap hangat untuknya, terselimuti kebahagiaan saat menatap Raiya dalam-dalam sesekali memperbaiki selimut Raiya yg berulang kali melorot,” kenapa kau tidak ingin kumiliki Raiya”jerit diza dalam hati…tiba-tiba desahan pelan Raiya semakin menghangatkan suasana, dah jam berapa sekarang Diz, dah jam 4 subuh…gimana tidurnya Raiy, mmmhhh lumayan,berapa lamakah dirimu menghabiskan waktu menatapku…sejak aku duduk disampingmu, maaf kesempatan ini belum tentu bisa kudapatkan lagi, aaahhh alasan banget tuh Diz, sambil menaikkan jok ke posisi semula, tapi tetap saja makasih untuk semua ini,

Mmmhh gua laper Diz,…sudah kuduga sejak semalam kan dirimu belum makan,kita cari makan dulu yah…hanya mengangguk pasrah sambil memejamkan mata,secepat kilat mobil Diza telah melesat dan tak jauh dari rumah sakit tempat raiya bertugas ternyata ada warung 24 jam yg menjual roti hangat…nih Raiy lumayan buat sito gaster, Diza memang selalu membuat raiya tersenyum dengan ungkapan2 manis berbau medis keahlian Diza…

 

Tak terasa sudah hampir masuk waktu subuh,perut Raiya dah cukup kenyang walau setengah dari roti itu dilahap Diza,kita balik sekarang Raiy?? Sepertinya begitu Diz…dah mau Follow up pasien neh, belum shalat subuh juga…ok ok yah waktuku telah beralkhir lagi hehehehe,mata penuh cinta Diza hanya ditanggapi dengan senyum khas Raiya yg selalu membuat Diza meleleh, sebenarnya Raiya hanya hanya ingin bersikap wajar,hanya ingin menjaga dirinya,meskipun menyadari kalau Diza sosok pria yg baik dan bertanggung jawab namun sampai saat ini Raiya belum memutuskan untuk jatuh cinta pada siapapun, Maklum paras cantik Raiya, latar belakang pendidikannya seorang dokter dan statusnya sebagai anak tunggal memastikan bahwa dia adalah wanita pujaan sejuta ummat…berpenampilan sederhana dan sangat santun membuat para pria gampang memujanya, Secara Fisik Diza memang tidak begitu mengagumkan hanya seorang Pria biasa dengan badan agak bongsor berkulit hitam manis namun tetap terlihat gagah dengan perawakannya yg jantan nan tegap,namun dikalangan wanita dia cukup menarik dan memiliki banyak pemuja rahasia, seorang dokter yg juga penyanyi sosok humoris yang selalu menghibur membuatnya gampang diterima oleh berbagai kalangan, ditambah lagi dia seorang pengusaha yg dikategorikan sukses, sudah sangat cukup untuk menjadi pria mapan idola wanita.

 

Makasih ya Diz dah nemenin gua, makasih dah membuat gua lebih berani untuk menantang kesendirian gua di Rumah sakit ini…ahhhh cumin begitu saja kok, kan sudah janji akan selalu menjagamu disisa waktuku ini…Raiya hanya bisa tersenyum lemah, menyadari betapa besar cinta Diza padanya, maaf Diz gua belum bisa jatuh cinta(bisik Raiya dalamm hati), ga usah diantar naik yah Diz apa kata perawat nanti, iya gua ngerti, jaga diri yah Raiy, Luv U Raiya kata Diza dalam bekunya…sambil melambai Raiya melangkah masuk, Diza terus memandangi pungung Raiya yg kemudian menghilang di pintu masuk IRD, tidak ada satupun tingkah laku, ucapan, perbuatan Diza yg tidak menunjukkan bahwa Diza selalu mencintai Raiya setiap hari, bahwa Raiya sangat penting dalam hidupnya…namun seperti itulah cinta, tidak selalu bisa seperti yang kita inginkan, Cinta Diza mungkin masih premature buat Raiya namaun siapa yang tahu bila ternyata kadar Cinta DIza sama saja dengan mereka yg telah bertahun-tahun mencintai Raiya bahkan mungkin lebih, anfdai saja ada alat yang namanya CINTANOMETER mungkin Diza selalu mencapai angka sempurna…entah bisa disebut apa kisah cinta mereka, bertepuk sebelah tangan juga ok, cinta tak berbalas juga mantap namun menurut Diza itu semua anugerah untuknya, Diza malah memanfaatkan waktu yg dia miliki untuk mencintai Raiya sepenuh hatinya…begitulah cara mencintai tidak ada yang sama namun satu tujuan membahagiakan orang yg dicintai…

 

Dirumah sakit Raiya membuka inboxnya yg baru saja masuk…

From: 08124133286

 

Terimakasih dah mengobati kegundahanku

Masih seperti 15 menit lalu, satu jam lalu, sehari yang lalu, minggu lalau bulan lalu, dua bulan lalau atau sejak kapanpun itu…selalu jatuh cinta setiap hari, selalu memastikan hati ini terjaga untukmu insyaALLAH…sejak saat itu insyaALLAH tuk selamanya…semangath neng!!! Wassalam…

 

Di mobil yaris milik adiknya bebarapa saat setelah dalam layer HP Diza bertuliskan terkirim Raiyaku…

 

From: Raiyaku

 

Terimakasih banyak, namun maaf tidak merubah apapun…

 

 

Ternyata keesokan malamnya Diza datang lagi kali ini mereka benar-benar pergi makan makanan kesukaan Raiya…sate!!! Selanjutnya mereka tetap saling smsan tetap teleponan Diza tetap bahagia menjalani semuanya…walau tidak tahu sampai kapan setidaknya Diza bersyukur mencintai orang yang memang ingin dicintainya setengah mati…


The16_superhero

 

Pilihan ke 1000

06.55 -21 agustus 2007
Lucu juga melihat wajahku dicermin, masih malas mengganti ekspresi sumringahku, agak sulit ketika harus mencukur tepi kumisku jadinya, masih membayangkan kejadian beberapa jam lalu...menculik anak orang jam dua malam,tapi dalam misi cinta bukan misi kejahatan. Menikmati perjalanan dari rumahnya menuju rumahsakit,sedikit berharap jadinya bisa melakukan ini setiap hari, ok ok cukup mimpinya ayo nikmati sarapan yg lezat di lantai dua...dua malam ini Hotel mewah ini jadi rumahku setelah diriku resmi didaulat menjadi wakil Agency mahasiswa luar negeri untuk wilayah Makassar...seakan-akan kebahagian ini saling melengkapi dan sepertinya hari ini kan indah...

19.33
Mmmmmhhhh....

cemburu yah...
cedera yah hatimu...
ayo aku akan menghiburmu hatiku...
mari kita mengadu padaNYA mari kita bermain musik dengan mereka, mari kita berpelukan dengan Mama...

sepertinya kau ingin mengatakan sesuatu hatiku...katakanlah dan aku akan mendengarkanmu...

hatikupun berkata dalam kerinduannya...
"walau aku hanya jadi pilihan ke 1000 cintaku akan selayaknya satu2nya org yg mencintaimu..."

aku tahu hatiku kau sangat mencintainya...sabarlah karena mencintainya adalah anugerah...

janjilah untuk jatuh cinta setiap hari padanya kau akan segera sembuh hatiku....

............................


demikian pembicaraan hati dan jasadku...itulah nikmat dari keikhlasan....

Luv U...

the16_superhero

Siapa Pahlawanmu

Siapa Pahlawanmu…

Setiap superhero mempunyai kisah sebelum menjadi seorang pahlawan sesungguhnya, tidak jarang Pahlawanpun punya Pahlawan...mereka punya perjalanan hidup yg akhirnya mengantar mereka menjadi Seorang Hero sejati untuk org2 disekelilingnya...the16_superhero Begins...

16 Agustus 1995

Saat itu usiaku genap 11 tahun ditengah tumpukan piala yang kumenangkan dalam seminggu terakhir peringatan hari kemerdekaan RI, tiba2 saat menerima Piala Lomba Pidato Bapak kepala Dinas Pendidikan tiba2 bertanya...Nak siapa tokoh idolamu...??? tanpa pikir panjang dengan keterbatasan nalarku terlontar sebuah nama yang sudah berakar dalam benakku...PAPAku!!!,jawabku lantang...sejenak orang terdiam, harus menunggu 3 detik untuk melihat sudut bibir para penonton meruncing serempak, dengan keangkuhan masa kanak2ku, sepatu dengan lampu warna merah pada bagian tumitnya menjadi daya tarik tersendiri untuk teman kanak2ku saat itu ku langkahkan kakiku menuju mobil jemputanku...merasa bagai raja dengan sederet prestasi membanggakan, hidup dalam keluarga sejahtera berkecukupan, memiliki Ayah yg dihormati seluruh kota, mempunyai Ibu yang cantik nan rupawan, menjadi siswa teladan ditingkat Kabupaten dan Propinsi mengantarku menjadi buah bibir berminggu-minggu dimasa itu...tapi tetap saja tokoh dibalik semua itu adalah Ayah-Bundaku.Ayahku sungguh menjadi inspirasiku.

16 Agustus 1998

Ditengah distorsi suara pembicara dalam pertemuan Siswa2 teladan se Propinsi Sulawesi tengah tiba2 seluruh ventrikel dan Atriumku tak beraturan memompa darah ketika sosok itu memilih duduk tepat disampingku, wanita yg posturnya sedikit lebih jangkung dari tinggi badanku saat itu, Jesica...itu panggilan akrabnya,Peraih peringkat pertama Wanita Siswa Teladan tingkat SLTP,sosok yang sangat supel dipermanis dengan lesung di kedua pipinya serta kulitnya yg putih merona tipikal wanita berdarah campuran Menado.Senyum Hangatnya langsung mengarah menembus retinaku,sembari tersenyum dia mengulurkan jabat tangan erat padaku, ”Selamat yah Nilai Matematika dan IPAmu ternyata paling tinggi,hanya kalah pemilihan judul Pidato sampai gelar itu harus kau serahkan padanya”, kulitku yg hitam legam mendadak pucat ketika rasa bercampur aduk mendengar komentarnya...yah diriku hanya meraih peringkat dua pada Lomba tahunan itu, harus menyerah pada sainganku sejak lomba tingkat SD 4 tahun laluAnak itu bernama Firman Simatupang,Kaca mata tebalnya seakan-akan menjadi Bayonet untuk kecerdasannya.Belum selesai gerahamku bergesekan tiba2 dengan suara yg lebih lembut Jesica bertanya padaku...”siapa sih tokoh idolamu???sesaat sistem limbikku bekerja...tanpa pikir panjang sekali lagi ku menjawab dengan nada datar”PAPAku”...Alisnya tampak tinggi sebelah namun seketika langsung diikuti senyum manisnya yg meluluh lantakkan hati,”wahh hebat yah pasti Ayahmu orang yg sangat hebat”...sangat..sangat hebat,balasku datar...”oh iya selamat ulang tahun yah,tidak sengaja tadi kulihat data dirimu ternyata sudah berusia 14 tahun...tambah tua hahahaha”serta merta tak bisa kubayangkan seperti apa warna wajhku saat mendengar ucapan itu darinya...2 minggu penuh cinta dan kemenangan besar di usia puberku,sejenak membuatku melupakan gadis impianku yg mungkin sedang mendoakan diriku dalam setiap sholatnya...tapi kupikir semua itu pinjaman sesaat dari sang Khalik padaku biar tetap fokus di tengah persaingan,setidaknya keinginan tuk menunjukkan bahwa pemuda desa ini juga bisa bersaing denga para Jawara kota... Sekali lagi diriku manjadi pahlawan untuk Kota kecilku,harus kalah dari pemuda dari Kotamadya dah menjadi hal yg biasa, namun dibalik segudang prestasiku itu kembali dia yang darahnya mengalir deras dalam tubuhku dan selalu menjadi pahlawan dibelakang layar untukku Ayahandaku tercinta....

16 Agustus 2001

Nafas belum teratur benar, pegal-pegal latihan seharianpun belum juga hilang tapi tiba2 bagai menelan bogem mentah sekitar 100 liter air dalam hitungan detik menghampiri tubuhku bersamaan, serasa ingin membalas semua itu dengan makian paling sadis dimuka bumi, tapi serentak sekitar 120 org dengan volume maksimal melewati plika vocalis mereka berkata”selamat ulang tahun”...seluruh amarah berubah menjadi haru, peluh dendam menjadi tangisan rindu, satu persatu tubuh2 tegap para anggota PASKIBRA SMU 17 mulai menghampiriku, para pria menghujani tubuhku dengan kepalan maut mereka(hal biasa dalam PASKIBRA) para wanita dengan suara lembutnya mengucapkan selamat dengan senyum penuh makna...mataku berkapoera menembus kerumunan mencari-cari dia yg sedang mencoba mengisi hatiku yg sebenarnya telah terisi oleh wanita yg tak kalah bagusnya...yah tidak bisa membohongi diri sendiri karena mulai menikmati mencintai dua org sekaligus,paling parahnya mereka berdua cukup akrab bahkan mempunyai kemiripan dalam berbagai hal,tiba2 sebuah tepukan pelan namun hangat menghantam punggung kiriku namun jemarinya tidak langsung terpantul sesaat setelah menepuk pundakku malah mencengkram ringan seraya memberi sedikit tekanan bernuansa terapi kelelahan...dia yang sedang kutunggu, menggemaskan melihat pipi tembemnya mempermanis setiap senyum andalannya sambil menyempitkan sudut2 kedua matanya...dia yg selalu menemaniku akhir2 ini, dia yg seringkali memilih mengambil jalan memutar hanya untuk bisa satu jalur angkutan kota denganku, dia yg sering menelponku dengan alasan2 yg tidak jelas, dia sering bertingkah dan mencari perhatian saat melihatku asik dengan kekasihku, dan dia berhasil merobek keyakinanku,dia yg berhasil merusak pertahananku dan dia berhasil meruntuhkan tembok kesetiaanku, malam yg sedang ditemani Bulan yg sedang dalam wujud tampannya membuat suasana semakin romantis dan saat paling tepat tuk berkata AKU JUGA MENCINTAIMU...dia tersenyum dan berkata ”sudah kuduga, cintailah aku semampumu...karena aku akan mencintaimu lebih dari yg kau bayangkan” sembari meninggalkan kerumunan lengannya yg tampak kontras dengan jaket abu2 nya menggandeng tanganku,bibirnya di dekatkan ketelingaku...dengan desahan manja”kak!!!  Kenapa dirimu begitu disukai banyak orang,kenapa dirimu dicintai banyak orang, siapa sih tokoh idola kakak yg sangat mempengaruhi keseharianmu???” seperti sudah begitu terbiasa dengan pertanyaan klise itu di hampir setiap perayaan ulang tahunku, tanpa harus membuat kerja neuron-neuron transmiter dalam kepalaku bekerja terlalu keras,setiap tahun selalu saja ada pertanyaan itu...dengan nada datar menonjolkan Bassnya warna suaraku dengan tegas kujawab AYAHku...yah selalu dia...entah kenapa dia bertanya seperti itu...apakah karena mau mengenal karakterku atau ahanya pemanis pembicaraan yg mulai mengarah pada pengkhianatan cinta dan pemutusan tali persahabatan...masa2 itu adalah salah satu fase perjalanan hati yg paling memuakkan namun tetap saja indah...dasar anak muda.

16 Agustus 2002

Euforia masuk PTN impianku  belum beranjak dari titik didih, hari itu semua seakan2 menjadi hari yg sangat sempurna , semua berjalan dengan sedikit lebih istimewa dari hari2 biasa...yah 18 tahun dan sedang menjadi calon dokter yg sempurna, hari itu seakan2 semua mata tertuju padaku saat melewati keramaian,sejenak terlintas apakah celanaku sobek,atau kancing bajuku salah tempat, atau paling parah sepatuku terbalik, dengan tenang bagai seorang Agen handal sekejap memeriksa semua kemungkinan kenapa org2 selalu memandangku,semuanya baik2 saja ternyata...langkakhku yg sedikit lebih enteng membuatku lebih cepat menuju Restoran Mahal yg waktu itu menjadi standar Lokasi traktiran usia sekolahan, teriakan histeris ala konser2 Band-band luar mulai terdengar saat melewati pintu Kaca Restoran itu...yah ulah sahabat2 terdekatku membuatku merasa menjadi Pangeran sejagad semalam, belum lama menikmati kemeriahan pesta itu tiba2 terdengar dengungan nada tinggi pada telinga kananku(seperti tanda bahaya pada tokoh2 superhero)...mendadak hanya denyut jantung ini yg mengambil alih semua ruang dengarku, HP nokia 8210ku berdering dan memecah suasana...”kenapaki Mam??...apa???...sy kesana sekarang...!!!” maaf teman2 papaku masuk rumah sakit, sambil melempar kartu kredit ke sahabatku Nilam kuberlari menuju parkiran, saat itu seorang Valentino Rossi pun tak akan mampu menyaingi kecepatanku, sesampainya di ICU tubuh kekar dan Gagah ini lemeh tak bertulang saat melihat superheroku sedang terbaring lemah di kasur ukuran 2x1,5 meter, seakan tak percaya kugenggam tangannya dan berbisik ketelinganya kenpaki Papa???air mata ini tak tertahan...seakan-akan ingin menyerahkan segalanya agar superhero ini tetap bertahan dan melanjutkan tugasnya.

Suara serak yg sangat berat terlontar dari mulutnya...ayahku bertanya, "Nak?? Banyakji temanta’ datang...”sungguh ternyata superhero tetaplah sosok yg luarbiasa walah sedang dalam kondisi terburuknya...hanya bisa menangis dan tersenyum, 20 menit setelah itu giliran darahku yg mengalir dalam tubuh ayahku seakan-akan menjadi titik balik dan serah terima jabatan, sambil tersenyum ayah memandangku dan berkata...sudah siap jadi orang kuat???masih belum bisa menjawab ku hanya bisa menangis dan tersenyum sambil mengangguk paksa, kembali ayahku bertanya...pertanyaan yg selam ini keluar dari mulut org lain...”nak  siapa pahlawanmu???” dirimu ayahku!!!!jawabku sambil memeluknya...”kalau Papa yg kau tanya papa akan menjawab Kau Pahlawanku sekarang...” bunyi mesin Hemodialisa menjadi pengiring desahan nafas kami yg sama2 panjang...layaknya seorang dokter sungguhan tubuhku yg sudah kelelahan ini menuntun ayahku tuk beristirahat...setelah peristiwa itu layaknya pahlawan baru aku bersumpah tuk melindungi semua yg pernah, sementara dan yg akan dilindungi oleh ayahku...

4 April 2007

Pahlawanku,Ayahku,Sahabatku,Idolaku,Sainganku,Lawan main Winningku,teman berburuku,teman memancingku, Mandor berkebunku, Guru terbaikku  dr. H. Abdul Rachman Amin menghembuskan nafasnya yg terakhir tepat pukul 14.00 di RSCM.

Meninggal dalam tugas mulianya sebagai Pahlawan yg sedang memperjuangkan pengembangan dunia kesehatan daerah tertinggal di wilayah INDONESIA TIMUR ,pergi dengan tenang raut wajah kebahagiaan, diakhiri dengan Syahadat dan takbir, diSholatkan 3 kali dengan akumulasi jemaah 14.000  orang, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.Sosok yg begitu tangguh dalam 25 tahun masa pengabdiannya untuk kemanusiaan dalam 58 tahunnya sebagai Hamba Allah, dalam 23 tahunnya sebagai Suami Ayah dan Imam terbaik di muka bumi versiku...semuanya kini berpindah di pundakku,perjuangannya akan kulanjutkan, melindungi mereka yg bisa kulindungi paling tidak...disuatu hari 10 tahun yg lalu pernah diriku bertanya pada Ayahanda ...Pa siapa yg bikinki selau menjadi org jago papa??? Tanpa raut keraguan pada mimiknya ayahku menjawab...Mamamu nak???...begitulah Pahlawan selalu saja ada yg mendorong mereka tuk jadi pahlawan...Mamaku ternyata adalah tokoh kuat dibalik kehebatan SuperHeroku...karena memang selalu seperti itu kenyataannya....

Wahai wanitaku yg sedang kucintai setengah mati...wahai dirimu yg sedang mewarnai hidupku...wahai dirimu yg mejadi orang keempat dalam lingkaran kekuatanku...Jadilah orang yg menjadi sumber kekuatanku kelak...siapkah dirimu...???

Setidaknya saat ini dirimu telah menjadi sosok itu...Diriku yg mencintaimu sejak 4 minggu lalu insyaALLAH tuk selamanya...

Cerita ini berdasarkan kisah nyata sang Superhero,yah Buffonk the superhero

the16_superhero....Muslih Wahyudi Rachman

Ayah Mereka Superhero...

Masih terlalu pagi tapi seragamku ini telah bersahabat dengan peluhku sendiri,ketika kesempatan tuk meraih rupiah demi rupiah mulai kujalani berpacu dengan momen2 yg setiap detik bisa saja berubah hasil akhirnya ketika kepedulian mulai dinomerduakan.Sebenarnya gurih,renyah,dan pedasnya nuget buatan mamaku yg memacu kelenjar keringatku memproduksi besar2an sambil melepas ion2ku hahaha dramatis skali,dasar anak kedokteran.Hampir saja terlambat tapi dah jadi kebiasaan warga INDONESIA sepertinya,mmmhhh parkir dimana yah gumamku,halah parkir GAGAH sajalah...serta merta kuparkir Monster Hitamku didepan gerbang maksud hati biar lebih gampang ngangkat barang kesana dan kesini hahaha...Seketika Timku menyebar berpacu dengan cahaya berlomba dengan setiap senyum,tangis,tawa, yg mungkin saja sangat berarti ketika bisa diabadikan dalam senjata kami masing2.

Menyenangkan sekali menikmati lapangan kebanggaan Makassar dalam konteks sebagai pelukis cahaya bukan sebagai penonton setia sang prajurit Juku Eja,belum puas jepret sana sini tiba2 terdengar teriakan pilu dari kejauhan disertai asap tebal yg mendadak telah menutupi sepertiga lapangan pandang atas stadion,seperti biasa naluri Jurnalistikku yg sebenarnya akibat induksi para pembeku kenangan yang berada disekitarku menuntun langkahku mencari asal suara itu...Bapaaaakkkk!!!!...suara itu semakin jelas terdengar,entah dari mana asal tenaga dan semangatku ini berasal,sejenak berfikir nakal mungkin keinginan tuk menikah muda hahahaha,atau karena sms darinya yg sedang mewarnai hidupku saat ini,atau nuget cinta mamaku,atau insting superheroku yg tiba2 membara, dari manapun itu setidaknya saya harus melakukan sesuatu minimal bantu mengabadikan kepiluan itu,atau paling tidak membuat seseorang atau lebih, bergerak menjauh karena sosokku yg lebih mirip Marinir gagah perkasa daripada seorang dokter yg sedang menikmati hobinya, paling tidak menjauhkan mereka dari bahaya, sok pahlawan mmmhh tidak juga mungkin sudah jadi kebiasaan.Melihat tubuh rentah tergopoh2 menggendong cucunya membuatku melupakan sejenak nafsuku tuk mengokang kameraku,sejak diriku mulai menjadi superhero tidak bisa terbang,tidak kebal peluru,tidak punya kekuatan telekinetik,tidak punya kekuatan mengendalikan api,atau kekuatan2 yg sering kita angan2kan bisa kita miliki saat dibutuhkan...ternyata saya hanya superhero yg hanya punya keberanian dan sedikit kepedulian dibanding kebanyakan orang,

1.gendong cucu kakek itu

2.membantu ibu yg hanya bisa duduk lemas disekitar kios kecilnya yg sudah tak berbentuk

3.membantu bapak pemilik tambal ban yg kebingungan

beres...beres...setengah angkuh kuberjalan menuju kerumunan lain sambil berteriak ,Pak....selamatkan yang ini dulu!!!

20 menit penuh makna dalam hidupku...menjadi sosok terlupakan dalam ketegangan yg hiroik,setidaknya ada cerita utk anak2ku kelak,ada alasan kenapa mereka harus bisa bela diri sejak kecil,menjadi alasan kenapa mereka harus peduli pada sesama,menjadi alasan kenapa diriku sangat mengidolakan KAKEK mereka,ada alasan kenapa ibu mereka bisa jatuh cinta pada diriku...yah karena Ayah mereka Superhero...setidaknya utk keluarga kecilku nanti(amin)...

Setelah merasa cukup berbuat banyak dengan penuh kepuasan sambil senyum2 sendiri membayangkan anak yg kugendong tadi kan  jadi seorang pembesar, atau tempat tambal ban itu nanti menjadi bengkel besar...angan2 itu masih memenuhi kepalaku saat diriku telah kembali pada tugas intiku menjadi pelukis cahaya,pembeku kenangan,atau nelayan momen ditengah sebuah acara besar yg juga tercatat dalam sejarah makassar...setelah melewati kurang lebih 15 ribu detik berteman dengan terik matahari,debu lapangan seketika seuruh kepenatan bercampur lelah itu sirna ketika sosok wanita yg sedang mewarnai hidupku saat ini insyaALLAH tuk selamanya tiba2 hadir, dibalut warna hijau dan orange tua yg memukau mengalahkan dahagaku akan sekaleng Pocari sweat...entah apakah dia menyadarinya atau tidak sungguh hai wanitaku hadirmu sungguh meluluh lantakkan hatiku hahaha...

ya ya ya beginimi ini kalo tiba2 kumerindukanmu dengan amat sangat hahaha...buyar konsentrasiku...dah berusahaka hahahaha...dimulai dari pagi aihhhh kisah hiroik...yah endingnya juga pasti tentang dirimu hehehe...

Dari minggu lalu insyaALLAH tuk selamanya...

the16_superhero

Pelukis Cahaya, bede'

Klick...cekleck...klek...bunyi jepretan kamera2 besar dengan harga yg wow mulai terdengar silih berganti...saat itu masih terlalu tenang dan peserta seminarpun masih terlalu sedikit tuk memenuhi ruangan...dalam benakku mungkin belum ada momen yg berarti untuk terekam dalam kamera digital canon D20 ku,baru dua langkah hentakan sepatu Reebok klasikku menyentuh karpet tiba-tiba terdengar suara keras..."Mira!!! kau letakkan dimana data materi yg akan kubawakan hari ini...kau bikin saya pusing lagi..."huhuhu menyenangkan dengan pengalaman minimku,diriku bagai seorang profesional membidik raut wajahnya yg tegang disertai komat kamit bibirnya yg nyaris tertutup kumisnya yg tebal...sesaat diafragmaku terangkat,denyut jantungku terdengar kencang,ini saatnya....cekleck...sesaat momen itu dah tampak dalam layar mini kameraku,wuuuaahhh menyenangkan sekali...

Kuputuskantuk keluar ruangan sejenak,serta merta pandanganku tertuju pada sudut ruangan yg didominasi oleh deretan cangkir warna putih,dua meter disebelahnya tampak barisan sofa cokelat yg terlihat sangat empuk...mmmhhh tempat yg menyenangkan tuk menikmati secangkir kopi dan menghabiskan sepiring kudapan lezat pikirku,sekejap semua kenikmatan itu harus kuhentikan ketika terdengar gemuruh belasan langkah berat menuju pintu utama,"Hai semua panitia dia sudah datang!!!pastikan semuanya diposisi masing-masing" tanpa pikir panjang sembari menikmati tegukan kopi klasik khas hotel itu kameraku langsung menemaniku menembus deretan peserta yg sedang sibuk dengan euforia mereka saat bertemu teman2 sejawat mereka,tak terasa diriku telah berada di posisi strategis tuk mengambil gambar...Sempurna sekali,ceklek...ceklek...tanpa sadar 20 pose orang penting itu dah tersimpan dalam memory kameraku,ini pertama kalinya diriku terjun langsung ikut sesipemotretan lapangan, dan ini merupakan langkah besar dalam hidupku ketika obsesiku memiliki studio Foto dah terwujud dan sedang memulai mengerjakan proyek pertamanya.Tanpa terasa ratusan momen2 yg indah berhasil kuabadikan dalam kameraku ini, laksana seorang pelukis cahaya diriku sedang mencapai orgasme saat berhasil mendapatkan berbagai macam bentuk ekspresi saat mereka tertangkap dalam lensaku.

arrrrgggghhhh nda tau apa sy tulis itu hahahaha....sok-sok menulis cerita hahahahaha...tak apalah beginilah kalo sedang dilanda kerinduan yg mendalam huhuhuhu...seandainya dirinya ada disekitar sini,seandainya dia bersedia kupotret disisa hidupku nanti...sungguh kumerindukannya...sosok yg sedang menjadi inspirator dalam setiap langkahku kini...mizz u so much dE...tanggal 25 nanti kita foto2 yah...diriku yg mencintaimu sejak minggu lalu insyaALLAH tuk selamanya...

Foto Klinik,statusku sebagai pemilik studio membuatku harus tampak profesional meski kemampuan masih amatiran,berawal dari sisi Narsis diriku yg terlalu mendominasi berubah menjadi keinginan tuk mengolah sisi Narsis orang lain hmmm...doakan yah...ini salah satu langkah besar dalam hidupku...MERDEKA hahahhaaha....

60 hari tuk seumur hidup...

Luar biasa...mengagumkan...dan ratusan kata sanjungan dan pujian tuk dirimu...hahahaha...

Sekali lagi, entah apa yg kulakukan...yang jelas ini akan sangat menyenangkan...kejadian ini sepertinya hanya ada dalam mimpiku saja...hanya ada dalam kisah Pirates Of The Carribean 3...hanya ada pd kisah dongeng angsa dan pangeran...trus kisah film yg dibintangi Andy Lau(aarrrgghhh lupaka namanya....)...

ya ya bertemu di setiap tanggal 25 hahahahaha...kalau bahasa Pelautnya mmmhhh setiap dua bulan Purnama hahahaha...

Yang Jelas tanggal 19 July diriku sangat mirip seorang ATILA sang pemburu di zaman romawi...dengan segala kekuatan dan kehebatannya dapat roboh seketika karena terjebak dengan sedikit tipu muslihat wanita hahahaha...tapi bedanya semua yg terjadi padaku malah kuanggap sebagai anugerah dan bonus dari proses perjuangan ini...sungguh ini bisa jadi ajang ujian dan simulasi kesetiaan...bisa jadi ajang berlatih kesabaran...dan tentunya ajang pembuktian sungguh ini bukan RAYUAN GOMBAL...

Tak bisa kupungkiri sangat susah menyembunyikan mata yg berkaca2 saat harus menyanggupi permintaannya...saat teka-tekinya tak terjawab...saat diriku memilih batu dan dia kertas...

Tapi kuyakin ini semua bagian dari proses panjang yg akan kulalui kelak...insyaALLAH salah jika berharap kukan mundur karena ini...sungguh HATI telah MEMILIH...

tanggal 25 agustus kan menjadi pertemuan dengan penuh emosi,kerinduan yg mendalam...disertai sejuta kebahagiaan yg siap meledak...25 september uuggghhhh siapa yg akan tahu...huhuhuhu....

diriku yg sangat mencintaimu dari minggu lalu insyaALLAH tuk selamanya...