CINTANOMETER
Grow Old With You…
Masih belum puas merumput dengan butiran peluh, masih belum
lelah bergulat dengan sebidang rumput sintetis, masih belum bisa mengobati
kerinduan akan sosoknya, memilih menikmati takikardi, memilih mengerang
kesakitan akan benturan yang berbuntut hematom1,
memilih comotio2 akibat
tandukan lawan, sebenarnya sekaligus latihan nafas untuk Diza, sebentar lagi
dokter muda ini harus membawakan 12 lagu berturut-turut pada acara pernikahan kakak
dari Sahabat Diza sejak SMU, lebih tepatnya mantan pacar Diza semasa kuliah,
walau Nanda dan Diza sudah bubaran hubungan mereka tetap baik setelah memilih
berdamai dengan kenyataan bahwa mereka tidak bisa hidup bersama, Diza sebaiknya kita mengalah pada tubuh kita
Diz tutur Gaza, masih belum cukup lelah neh Gaz, apalagi sebelum main gue dah
sholat isya dulu…jangan memaksakan diri Diz, kali ini dengan intonasi tinggi
sambil melempar sekaleng Pocari Sweat minuman kesukaan mereka, cedera ligamenmu
itu belum sembuh benar, lagi pula Posisi aslimu itu Keeper bukan penyerang
brutal pendobrak pertahanan!!!...Itu salah pemain bertahan mereka sendiri sudah
tahu bola itu liar masih juga masang lututnya , cari mati kan
namanya!!!…Persahabatan Gaza dan
Diza sudah mendarah daging sejak Kelas
satu SMU, walau tidak sekelas banyak kesamaan yg membuat mereka benar2 menyatu,
dari sepak bola sampai aliran musik yg membuat mereka terus bersama hingga
detik ini…lagu I’ll Be akan menjadi
Pamungkas kita Diz, gue tau Gaz…makanya perlu mengencangkan otot2 perut ini supaya
Diafragmaku mengembang sempurna, setidaknya dua jam main futsal bisa membantuku…Semenjak masuk klinik sepertinya
nafasku semakin memendek saja…sejenak mereka larut dalam tawa bernuansa
asin ketika keringat mereka tak sengaja ikut tertelan dengan tegukan bahagia.
Bersama Monster Hitamnya Diza mulai
ikut menjamah Aspal dingin kota, melaju angkuh dengan lantunan musik Tompi,
Gaza sudah lebih dulu berbaur dengan malam, maklum dia sedang jaga di Rumah
sakit dekat lapangan, hanya karena ingin menemani Diza dia rela kabur sejenak…
Kekagumanku
padamu, tak terbatas oleh waktu…
Kekagumanku
pada dirimu….
Lebih
luas dari samudera
Lebih
indah dari angkasa
Lebih
dari segalanya…(Tompi)
Entah
sudah berapa lama Diza seperti terhipnotis dengan lagu itu, silih berganti
bersaing dengan Selamanya Cinta
D’cinnamons mengisi ruang dengarnya, merangsang kerja maksimal Vestibulocochlearisnya3,
kedua lagu itu sangat mewakili perasaan Diza akan Raiya, tidak ada kemajuan
yang istimewa dengan kisah mereka, namun tetap saja indah untuk Diza setidaknya
setiap hari dia selalu bisa mengungkapkan perasaannya , memang sudah hampir seminggu
jasad mereka tak berada dalam satu ruang dan waktu, namun frekuensi gelombang
dan irama jantung Diza tidak berubah, masih pada garis yang sama, masih pada
kolom partitur yg senada, yah masih pada resonansi Jatuh Cinta setiap hari ala
Diza…Bulan belum terlihat lelah sepertinya masih sempat untuk menikmati malam
di 21Cinema, seperti biasa dua karcis untuk sendiri, menikmati Cintapuccino dengan
sempurna, lengkap dengan mengakhiri hari ini di Black Canyon bersama secangkir Ancient Coffee4…
Diza!!!pekik
Nanda yg bernada histeris setelah menikmati suksesnya Diza membawakan lagu2
Romantis pada pernikahan abangnya,...Indah banget Diz , makasih ya para tamu
sangat menikmati suara indahmu Diz,…(sial kamu cantik banget malam ini Nanda) aaahhh
biasa aja kali, hanya karena sesuai dengan suasana hatiku saja lah,…oh iya yah
serasa nyanyi didepan Raiya yah tutur Nanda dengan raut sedikit memaksa
tersenyum, Diza hanya bisa tersenyum tumpul menjaga perasaan Nanda…Gue makan dulu yah Nan laper nih (maaf Nan
gue juga harus jaga hati gue untuk Raiya),…ohhh iya sampe lupa, mama dah
nungguin kamu di meja keluarga, kangen pengen ketemu kamu katanya, semasa
Diza dan Nanda masih pacaran Diza sangat dekat dengan Mama Nanda. Oh mama kamu dah nyiapain aku makanan dong
Nan
(basa-basi banget neh)…iya tuh Diz mama
sendiri yang misahin udang2 dari menu makanan kamu hari ini…(yah beneran, mati
gue!!!)…iya deh gue kesana dulu yah Nan…cepetan Diz mama dah nunggu,eh makan
jangan kebanyakan yah, kamu kapan dietnya!!!, suasanapun semakin mencair
dengan tawa mereka yang begitu renyah.Sehari sebelumnya Diza menyempatkan diri
menyanyikan OST dari 50 first date itu didepan rumah Raiya, walau hanya dalam
mobil, ok lebih parah lagi walau Raiya tidak mendengarkan namun kepuasan seakan
membahana di seluruh ruang kosong dalam diri Diza,
I wanna make you smile
When
ever you sad
Carry
you around
When
your Arthtritis is Bad
All
i Wanna do…
Is
Grow Old with You…(Adam Sandler-OST 50 First Date)
Lagu
yang sangat sederhana namun layaknya hasil kloning karakter Diza yang ingin
membahagiakan Raiya setiap harinya. Sesaat setelah acara selesai Diza langsung
menelpon Raiya mengabarkan suksesnya Diza dalam bersenandung cinta di Acara malam itu…iya nih Raiy para undangan sampai terbawa suasana loh, seakan2 mereka
sedang nonton konser gitu(andai kau ada disini Raiy)…Wah hebat, selamat yah
Diz…(itu berkat kamu kok Raiy),
bisik Diza dalam rindunya, Iya Raiy, tapi satu lagu kutujukan langsung untukmu,
sambil menyanyikan bagian inti dari lagu itu…Raiya memang tidak begitu
menikmati pembicaraan mereka, terkurung dengan bingung bersama tumpukan
kewajiban bertaut dengan sindrom ujian yang mulai menggerogoti aktivitasnya,
namun sekali lagi merdunya suara Diza
saat menyanyikan lagu itu meski Via
telepon membuatnya berada pada level 40
hertz, kembali menyadarkan Raiya akan besarnya Cinta Diza padanya, beberapa
jam setelah Diza menutup komunikasi dua arah dengannya, Raiya kemudian mengirim
sms ke Diza…
inbox
From:
Raiyaku
Selamat
yah Diz, maaf tidak begitu menyimak pembicaraan kita, tapi sepertinya luar
biasa…makasih yah Diz
Out
Box
To:Raiyaku
Terima
kasih menyempatkan diri mendengarkan Kebahagiaanku, terima kasih selalu menjadi
pemberi warna dalam hidupku…tidak peduli sebesar apa tanggapanmu tentang
Cintaku, paling tidak kau tahu itu ada dan hati ini selalu terjaga untukmu…Selalu
Menjagamu InsyaALLAH…disisa waktuku…
Send
failed/03:17/resend- 03:19.
Hampir tidak ada kata yang tidak dihirup Diza dalam setiap
pembicaraanya dengan Raiya, hampir tidak ada satu detikpun yang dibiarkan
menguap oleh Diza saat menatap Raiya, dan hampir tidak ada satu penyesalanpun
yang dialami Diza sejak mencintai Raiya, Cinta Diza pada Raiya memang belum
atau bahkan tidak akan berbalas, tapi yang menjadi indah dalam kisahnya adalah
Kadar Cinta Diza yang tetap saja sama setiap harinya, tetap tulus dan ikhlas…Cinta
sejatikah namanya???, saat ini hanya
bisa dirasakan , dan hanya akan di ketahui di akhir dari kisah mereka…
Selayaknya kisah Adam Sandler dalam
50 first Date, merubah kebiasaan dengan kebiasaan, membuat Drew jatuh cinta
setiap hari dengan cara yang berbeda setiap harinya, atau seperti Love Actualy
dalam satu penggalannya tentang Cinta seorang pria pada istri sahabatnya, atau
Sir Lancelot yang Juga Cinta pada Guenevere ,Ratu dari King Arthur penguasa
Camelot ,namun Lancelot rela mengubur rasa itu untuk kebahagiaan Guenevere
intinya adalah kebahagiaan orang yang kita Cintai…mungkinkah itu pencapaian
tertinggi terhadap kadar Cinta…Sambil menyeruput tegukan terakhir Kopi
arabicanya Diza kemudian merebahkan tubuhnya, menyerah pada lelahnya,
mematungkan sesaat rindunya…Selamanya Cinta oleh Yana Julio menuntunnya melebur
bersama Malam…
Akan
kuberikan seutuhnya…
Rasa
cintaku….Selamanya…
Selamanya…Selamanya,
Selamanya…
(Yana
Julio-selamanya Cinta)
Recent Comments